Memahami nutrisi adalah langkah awal menuju pengelolaan diabetes yang lebih baik
Mulai BelajarKarbohidrat adalah sumber energi utama tubuh. Memilih karbohidrat kompleks dari biji-bijian utuh, sayuran, dan kacang-kacangan dapat membantu menjaga kadar gula darah yang lebih stabil dibandingkan karbohidrat sederhana.
Protein diperlukan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Sumber protein berkualitas termasuk ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, dan kacang-kacangan yang dapat dikombinasikan dalam menu harian.
Tidak semua lemak berbahaya. Lemak tak jenuh dari alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun dapat mendukung kesehatan jantung dan membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak.
Panduan visual untuk menyusun piring makan yang seimbang
Setengah piring Anda harus diisi dengan sayuran non-tepung seperti brokoli, bayam, wortel, dan tomat.
Seperempat piring untuk sumber protein seperti ikan, ayam, tahu, atau kacang-kacangan.
Seperempat piring untuk karbohidrat kompleks seperti beras merah atau kentang rebus.
Pilih air putih, teh tanpa gula, atau minuman rendah kalori untuk menemani makanan.
Ingat: Ini adalah panduan umum. Setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk rekomendasi yang personal.
Indeks glikemik (IG) adalah skala yang mengukur seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula darah. Makanan dengan IG rendah dicerna lebih lambat dan menyebabkan peningkatan gula darah yang lebih bertahap, yang umumnya lebih baik untuk pengelolaan diabetes.
Frekuensi makan ideal bervariasi untuk setiap orang. Beberapa orang mungkin merasa lebih baik dengan 3 kali makan besar dan 2-3 camilan kecil, sementara yang lain lebih cocok dengan 5-6 kali makan kecil. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk menentukan pola yang tepat untuk Anda.
Ya, buah adalah bagian penting dari pola makan sehat karena mengandung vitamin, mineral, dan serat. Namun, porsi dan jenis buah perlu diperhatikan karena buah mengandung gula alami. Buah-buahan dengan IG lebih rendah seperti berry, apel, dan pir umumnya lebih direkomendasikan.
Label nutrisi memberikan informasi tentang kandungan kalori, karbohidrat, protein, lemak, dan nutrisi lainnya per porsi. Perhatikan ukuran porsi, total karbohidrat (termasuk serat dan gula), dan kandungan natrium. Pelajari cara membaca label dapat membantu membuat pilihan makanan yang lebih tepat.
Tidak perlu menghindari semua gula, tetapi penting untuk membatasi gula tambahan dan memilih sumber karbohidrat yang lebih sehat. Gula alami dalam buah utuh, yang disertai dengan serat dan nutrisi lainnya, berbeda dengan gula tambahan dalam makanan olahan. Konsultasikan kebutuhan spesifik Anda dengan profesional kesehatan.
Dukungan profesional sangat penting dalam pengelolaan diabetes. Hubungi dokter, ahli gizi terdaftar, atau edukator diabetes untuk mendapatkan panduan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Anda. Grup dukungan diabetes juga dapat memberikan bantuan dan motivasi.
Punya pertanyaan tentang edukasi gizi diabetes?